Ayo Melapor!: Mahasiswa KKN UNDIP Ajak Warga Kedungwinong Tingkatkan Perlindungan Anak
Sukoharjo, 8 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro melaksanakan edukasi perlindungan anak melalui program "Ayo Melapor! Lindungi Buah Hati, Ciptakan Masa Depan yang Cerah" di Posyandu Balita Desa Kedungwinong, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, pada Sabtu (8/8). Kegiatan tersebut dilakukan melalui pembagian booklet dan sosialisasi kepada orang tua serta pendamping balita untuk meningkatkan pemahaman tentang pencegahan dan pelaporan dugaan kekerasan terhadap anak.
Program ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman bagi anak. Anak merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian dan perlindungan khusus, sementara sebagian masyarakat masih menghadapi keterbatasan informasi tentang bentuk-bentuk kekerasan terhadap anak, tanda-tanda yang perlu diperhatikan, serta langkah yang dapat dilakukan ketika menemukan dugaan kekerasan.
Posyandu Balita dipilih sebagai lokasi kegiatan karena menjadi salah satu ruang pertemuan antara orang tua, anak, kader, dan masyarakat. Kondisi tersebut menjadikan Posyandu ruang yang strategis untuk menyampaikan edukasi perlindungan anak secara langsung kepada keluarga, khususnya orang tua dan pendamping balita.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan kedatangan mahasiswa KKN ke Posyandu Balita sekaligus mengikuti rangkaian kegiatan Posyandu. Setelah rangkaian tersebut berlangsung, mahasiswa menyampaikan sosialisasi booklet "Ayo Melapor! Lindungi Buah Hati, Ciptakan Masa Depan yang Cerah" kepada masyarakat.
Materi disampaikan dengan bahasa yang sederhana agar mudah dipahami. Booklet tersebut memuat informasi tentang pentingnya mengenali dan mencegah kekerasan terhadap anak serta mendorong masyarakat mengambil tindakan yang tepat ketika menemukan dugaan kekerasan.
Selain menerima booklet secara langsung, masyarakat juga memperoleh penjelasan mengenai isinya. Booklet diharapkan dapat dibaca kembali oleh keluarga setelah kegiatan Posyandu selesai sehingga informasi perlindungan anak tetap dapat diakses di lingkungan rumah.
Keterlibatan orang tua, pendamping balita, dan kader Posyandu menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Kader Posyandu memiliki peran strategis karena berinteraksi secara rutin dengan keluarga dan anak di lingkungan masyarakat. Keterlibatan berbagai pihak ini menunjukkan bahwa perlindungan anak membutuhkan kepedulian dan kerja sama dari keluarga, masyarakat, kader, pemerintah, serta berbagai pihak lainnya.
Program "Ayo Melapor! Lindungi Buah Hati, Ciptakan Masa Depan yang Cerah" turut mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 16 Target 16.2, yang berkaitan dengan upaya mengakhiri kekerasan, eksploitasi, perdagangan, serta segala bentuk penyiksaan terhadap anak. Edukasi tentang pengenalan, pencegahan, dan pelaporan dugaan kekerasan menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi anak.
Kegiatan ini juga berkaitan dengan SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera. Lingkungan yang aman dan bebas dari kekerasan merupakan bagian penting dalam mendukung tumbuh kembang serta kesejahteraan anak.
Melalui program ini, masyarakat diharapkan tidak hanya memperoleh informasi, tetapi juga semakin memahami pentingnya mengambil peran dalam melindungi anak di lingkungan sekitar. Orang tua diharapkan mampu menjadi pihak yang peka terhadap kondisi anak dan memberikan perlindungan ketika terdapat situasi yang berpotensi membahayakan.
Program yang dilaksanakan pada Sabtu (8/8) tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa KKN dalam menghubungkan edukasi dengan kebutuhan masyarakat secara langsung. Melalui booklet dan sosialisasi di Posyandu, pesan "Ayo Melapor!" diharapkan terus diingat dan mendorong kepedulian bersama untuk melindungi anak serta menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi tumbuh kembang mereka.
Hanif Aji Priatama | Desa Kedungwinong | 13 Agustus 2026
Editor: Subiyanto, S.P.