Dari Limbah Menjadi Manfaat: Kolaborasi Mahasiswa KKN Edukasi Pemanfaatan Limbah Lele Menjadi Pupuk Organik Cair

Sukoharjo, 6 Agustus 2026 — Limbah dari pengolahan ikan lele masih menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam menjaga kebersihan lingkungan. Jika tidak dikelola dengan baik, limbah tersebut dapat menimbulkan bau dan mengganggu lingkungan sekitar. Melihat potensi tersebut, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro di Desa Kedungwinong, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, melaksanakan kegiatan edukasi mengenai pemanfaatan limbah lele menjadi pupuk organik cair (POC).

Kegiatan ini diwujudkan melalui pembuatan poster edukasi bertajuk "Limbah Lele Bernilai, Lingkungan Desa Lestari". Poster tersebut berisi informasi sederhana mengenai pemanfaatan limbah lele serta ajakan kepada masyarakat untuk lebih peduli terhadap pengelolaan limbah di lingkungan sekitar.

Edukasi Lingkungan melalui Poster

Pembuatan poster menjadi salah satu cara mahasiswa KKN untuk menyampaikan informasi tentang pengelolaan limbah dengan bahasa yang mudah dipahami. Materi di dalamnya menjelaskan bahwa limbah lele yang selama ini dianggap sisa buangan sebenarnya masih dapat dimanfaatkan menjadi bahan pupuk organik cair.

Poster dibuat dengan tampilan sederhana dan menarik agar informasi lebih mudah dibaca masyarakat. Selain menjelaskan pemanfaatan limbah, poster juga memuat pesan untuk menjaga kebersihan lingkungan dan mengurangi kebiasaan membuang limbah sembarangan.

Poster kemudian dipasang di tempat yang mudah dilihat masyarakat. Dengan begitu, informasi yang diberikan tidak hanya diterima saat kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat dibaca kembali setelah kegiatan selesai.

Tidak Hanya Melalui Poster, tetapi Juga Praktik

Kegiatan edukasi ini tidak dilakukan hanya melalui media poster. Mahasiswa KKN juga berkolaborasi dengan mahasiswa Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) yang memberikan demonstrasi pembuatan pupuk organik cair dari limbah lele.

Melalui demonstrasi tersebut, masyarakat dapat melihat secara langsung proses pemanfaatan limbah lele. Kegiatan praktik ini diharapkan membantu masyarakat memahami bahwa limbah hasil pengolahan ikan masih dapat diolah kembali dan bermanfaat bagi tanaman.

Kolaborasi ini membuat kegiatan menjadi lebih lengkap. Jika poster berfungsi sebagai media informasi, demonstrasi dari mahasiswa FPIK memberikan gambaran langsung tentang penerapannya.

Mengenalkan Pentingnya K3 dalam Pengolahan Limbah

Selain membahas pemanfaatan limbah, kegiatan ini juga memperhatikan aspek keselamatan selama proses pengolahan. Mahasiswa Psikologi turut berkolaborasi dengan memberikan edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Edukasi K3 diberikan agar masyarakat memahami bahwa pengolahan limbah tetap perlu dilakukan dengan memperhatikan kebersihan dan keamanan. Penggunaan perlengkapan yang sesuai serta menjaga kondisi tempat kerja menjadi hal yang perlu diperhatikan selama proses pengolahan.

Dengan adanya materi K3, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang cara memanfaatkan limbah, tetapi juga memahami pentingnya menjaga keselamatan selama melakukan kegiatan tersebut.

Kolaborasi Mahasiswa untuk Lingkungan Desa

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa dari beberapa bidang dengan peran berbeda. Mahasiswa Sastra Indonesia berperan menyusun informasi dan mengemasnya menjadi poster edukasi yang komunikatif. Sementara itu, mahasiswa FPIK memberikan demonstrasi pembuatan pupuk organik cair, dan mahasiswa Psikologi menyampaikan materi K3.

Kolaborasi tersebut menjadi salah satu upaya memberikan edukasi kepada masyarakat dari beberapa sisi sekaligus. Informasi tentang lingkungan disampaikan melalui media yang mudah dipahami, kemudian dilanjutkan dengan praktik dan penjelasan keselamatan kerja.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap masyarakat mulai melihat limbah lele bukan hanya sebagai sisa yang harus dibuang, melainkan sesuatu yang masih dapat dimanfaatkan. Pengolahan limbah secara tepat juga diharapkan membantu menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di Desa Kedungwinong.

Langkah Sederhana untuk Lingkungan yang Lebih Baik

Program "Limbah Lele Bernilai, Lingkungan Desa Lestari" menjadi salah satu langkah sederhana mahasiswa KKN untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan. Pemanfaatan limbah menjadi pupuk organik cair dapat menjadi alternatif untuk mengurangi limbah sekaligus memanfaatkan potensi yang ada di sekitar masyarakat.

Kegiatan ini juga mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab serta SDG 15 tentang Ekosistem Daratan. Pemanfaatan limbah yang dilakukan secara tepat diharapkan menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

Melalui poster, demonstrasi pembuatan pupuk organik cair, dan edukasi K3, mahasiswa KKN berupaya memberikan pengetahuan yang tidak hanya diterima selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat diterapkan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Salsabila Aditama | Kecamatan Nguter | 13 Agustus 2026
Editor: Subiyanto, S.P.