Kolam Berproduksi, Limbah Berinovasi: Mahasiswa KKN Olah Air Limbah Kolam Lele menjadi Pupuk Organik Cair (POC) Hortikultura
Sukoharjo, 6 Agustus 2026 — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro menghadirkan inovasi pemanfaatan limbah budidaya lele melalui pengolahan air kolam menjadi pupuk organik cair (POC) untuk mendukung kegiatan hortikultura masyarakat Desa Kedungwinong. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan pemanfaatan limbah budidaya sekaligus mendorong penerapan pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan di masyarakat. Program tersebut memanfaatkan air limbah yang berasal dari kegiatan budidaya lele milik BUMDes Kedungwinong sebagai bahan utama dalam pembuatan POC.
Budidaya lele merupakan salah satu kegiatan yang berkembang di Desa Kedungwinong. Seiring dengan kegiatan budidaya, dihasilkan pula air limbah dari kolam yang perlu dikelola dengan baik. Umumnya air limbah kolam lele masih kerap langsung dibuang ke lingkungan sekitar tanpa melalui proses pengolahan terlebih dahulu. Apabila hal tersebut terus-menerus dilakukan dapat berpotensi menimbulkan masalah lingkungan seperti perubahan kualitas tanah, dan bau tidak sedap. Air buangan dari kegiatan budidaya membawa sisa pakan, kotoran ikan, serta bahan organik lainnya sehingga diperlukan pengelolaan sebelum dimanfaatkan atau dibuang ke lingkungan.
Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN menginisiasi pemanfaatan air limbah kolam lele menjadi POC. Melalui pengolahan ini, limbah yang sebelumnya dianggap sebagai buangan dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang memiliki nilai guna bagi masyarakat, khususnya untuk kegiatan budidaya tanaman hortikultura. Pemanfaatan limbah juga diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Dengan tersedianya POC hasil pengolahan limbah secara mandiri, masyarakat dapat mengurangi ketergantungan terhadap pembelian pupuk cair dari luar sehingga berpotensi menekan pengeluaran untuk kebutuhan pemupukan tanaman.
Pelaksanaan program dilakukan melalui kerja sama dengan BUMDes Kedungwinong sebagai sumber air limbah dari kegiatan budidaya lele. Selain bekerja sama dengan BUMDes, mahasiswa KKN juga melibatkan Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) dalam kegiatan pemaparan dan demonstrasi pembuatan POC. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menjelaskan latar belakang pemanfaatan air limbah kolam lele, tahapan pengolahan, serta cara pemanfaatan POC untuk tanaman. Demonstrasi dilakukan secara bersama-sama agar masyarakat tidak hanya memperoleh informasi secara teori, tetapi juga dapat melihat dan memahami secara langsung proses pembuatan POC. POC yang telah selesai melalui proses pengolahan kemudian didistribusikan kepada GAPOKTAN dan Kelompok Wanita Tani (KWT) untuk dapat dimanfaatkan pada kegiatan hortikultura masyarakat.
Program pengolahan air limbah budidaya lele menjadi POC diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan demonstrasi selesai. Masyarakat, khususnya GAPOKTAN dan KWT diharapkan dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan yang telah diperoleh dalam kegiatan sehari-hari. Kedepannya, pengelolaan limbah secara mandiri dapat menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus memanfaatkan potensi sumber daya yang tersedia di Desa Kedungwinong. Kolaborasi antara mahasiswa KKN, BUMDes, GAPOKTAN, dan KWT menjadi langkah awal untuk mendorong pengelolaan limbah budidaya yang lebih bijak, ekonomis, dan berkelanjutan bagi masyarakat Desa Kedungwinong.
Gurin Sahya Nirwesti | Desa Kedungwinong | 17 Agustus 2026
Editor: Subiyanto, S.P.