MP-ASI Cerdas, Anak Ceria!: Mahasiswa KKN Edukasi MP-ASI bagi Ibu Bayi dan Balita di Posyandu Kedungwinong
Sukoharjo, 1 Agustus 2026 — Kelompok Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Diponegoro menyelenggarakan kegiatan edukasi dan konseling Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) bagi ibu bayi dan balita di Posyandu Dukuh Kedungwinong, Desa Kedungwinong, Kecamatan Nguter, pada Sabtu (1/8). Kegiatan ini dilakukan dengan metode diskusi menggunakan media leaflet "MP-ASI Sehat" sebagai upaya meningkatkan pengetahuan ibu tentang pemberian MP-ASI yang tepat, bergizi, dan sesuai kebutuhan bayi serta balita.
Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kesadaran ibu bayi dan balita akan pentingnya pemberian MP-ASI yang tepat. MP-ASI merupakan fase penting dalam pertumbuhan bayi dan balita karena menentukan tumbuh kembang anak ke depannya. Akan tetapi, sebagian besar masyarakat masih kurang memahami praktik pemberian MP-ASI yang baik dan benar.
Kegiatan ini menyasar ibu yang memiliki bayi dan balita sebagai kelompok dengan peran penting dalam pemenuhan kebutuhan gizi anak, sehingga lokasi kegiatan dipilih di Posyandu Balita. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN memberikan informasi tentang prinsip pemberian MP-ASI, pemilihan bahan makanan, tekstur dan frekuensi pemberian makanan sesuai usia, serta pentingnya makanan yang beragam dan bergizi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan penyampaian materi secara interaktif kepada para ibu. Materi diberikan dengan bahasa sederhana dan disesuaikan dengan kondisi sehari-hari agar lebih mudah dipahami dan diterapkan di rumah. Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi konseling dan diskusi sehingga ibu dapat menyampaikan pertanyaan maupun kendala yang dihadapi dalam memberikan MP-ASI kepada anak.
Mahasiswa KKN juga memberikan kesempatan kepada ibu untuk berdiskusi tentang praktik pemberian makanan kepada anak, termasuk pemilihan jenis makanan dan pengaturan menu sehari-hari. Sesi konseling dilakukan secara lebih personal agar informasi yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing anak.
Selain diskusi, edukasi juga dilakukan dengan memanfaatkan media leaflet MP-ASI yang memuat informasi tentang pentingnya MP-ASI, komponen penting MP-ASI, pemilihan tekstur dan porsi sesuai usia, serta contoh menu sehari-hari. Pemberian leaflet ini diharapkan dapat membantu menambah pengetahuan orang tua tentang pentingnya MP-ASI yang tepat.
Kegiatan ini juga melibatkan orang tua atau pendamping bayi dan balita serta kader Posyandu secara aktif. Orang tua dan pendamping berkesempatan mengikuti edukasi, berdiskusi, serta berkonsultasi tentang praktik pemberian MP-ASI kepada anak di rumah. Sementara itu, kader Posyandu turut membantu pelaksanaan kegiatan dan mendampingi peserta selama proses edukasi dan konseling. Keterlibatan berbagai pihak ini diharapkan dapat mendukung keberlanjutan penerapan informasi tentang MP-ASI, tidak hanya selama kegiatan Posyandu, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan edukasi dan konseling MP-ASI ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yaitu Good Health and Well-being (Kehidupan Sehat dan Sejahtera). Melalui peningkatan pengetahuan orang tua dan pendamping balita tentang pemberian MP-ASI yang tepat dan bergizi, kegiatan ini menjadi salah satu upaya promotif untuk mendukung kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan anak. Keterlibatan kader Posyandu juga diharapkan dapat membantu keberlanjutan edukasi tentang pemenuhan gizi anak di lingkungan masyarakat.
Antusiasme ibu-ibu terlihat selama kegiatan berlangsung. Para peserta aktif mengikuti penyampaian materi dan mengajukan berbagai pertanyaan serta keluhan terkait pemberian MP-ASI dalam kehidupan sehari-hari. Interaksi dua arah tersebut membuat kegiatan ini tidak hanya menjadi sesi edukasi, tetapi juga ruang bagi ibu untuk berdiskusi dan memperoleh informasi sesuai permasalahan yang mereka hadapi.
Kegiatan edukasi dan konseling MP-ASI ini diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi ibu bayi dan balita di Dukuh Kedungwinong. Dengan meningkatnya pengetahuan dan pemahaman ibu, praktik pemberian makanan kepada anak diharapkan dapat dilakukan secara lebih tepat, beragam, dan sesuai kebutuhan gizi anak.
Gisca Rahma Allysia | Desa Kedungwinong | 17 Agustus 2026
Editor: Subiyanto, S.P.